Penggaris hidupmu


 

Jangan tanyakan mengapa kamu semakin hari semakiin sedih. Jangan heran jika kamu tak kunjung bahagia. Kamu telah berlari, kamu telah jauh memutari waktu namun hatimu tak kunjung menemukan kenyamanan. Jangankan tersenyum. Untuk bernapas saja kamu sulit.

Tahu kenapa?

Itu karena kamu keliru memakai penggaris kehidupan. Kamu menggaris setiap rasa dalam hidupmu menggunakan penggaris orang lain. Kamu sibuk menakar rasa bahagiamu dengan penakar orang lain. Kamu lupa, bahwa kehidupanmu jauh lebih baik dari mereka. Kamu tak sadar, kehidupan kamu hanya akan semakin miris dengan mata yang memandang kearah yang tak seharusnya.

Hari akan terus bergulir tanpa peduli. Waktu tak akan berhenti hanya untuk menunggumu bahagia. Jangan tanyakan mengapa. Ini hanya soal hatimu yang masih tertutup gumpalan harapan. Harapan agar bisa mendapatkan seperti apa yang telah didapatkan orang lain. Mungkin kamu lupa membersihkan jendela hatimu, hingga mata batinmu rabun menatap kehidupan yang telah ditetapkan untukmu.

Hidup sungguh hanya tentang belajar. Belajar untuk selalu menggunakan apa yang telah diberikan kepada kita.

Gunakan penggaris hidupmu. Untuk mengukur setiap anak tangga kehidupan yang telah kamu lewati. Gunakan ia untuk selalu memperlihatkan kepada hatimu setiap jengkal yang kau tapaki. Agar kamu yakin bahwa kamu adalah sosok yang seharusnya paling bahagia.

Gunakan penggaris hidupmu agar kamu tak salah mengukur kesedihan. Hingga hatimu tak kunjung meredam sakit. Juga batinmu agar jauh dari sifat memendam.

Jangan hidup dengan menggunakan penggaris orang lain. Kamu tak akan pernah mendapatkan kebahagiaan jika kamu mengukurnya sesuai kebahagiaan mereka. Kamu hanya akan selalu jatuh, jika kamu melihat mereka tertawa sedangkan kamu tidak. Kamu akan sulit menghargai setiap napasmu, jika kamu hanya fokus melirik kesuksesan mereka.

Karena hidupmu adalah tentang perjuanganmu. Tak peduli hartamu, selama kamu mendapatkannya dengan pengorbananmu, berbahagialah. Tak peduli tinggi pencapaianmu, selama kamu hidup dengan penggaris hidupmu, berbahagialah. Karena setiap kehidupan kita berbeda. Jika kamu terus membandingkan kehidupanmu dengan mereka, aku pastikan kamu hidup dalam sangkar kepayahan.

Aku bocorkan sedikit cara agar kamu tak pernah melepas penggaris hidupmu dari tanganmu dan tak pernah hidup dengan memakai penggaris orang lain…

yaitu..

“Bersyukur”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kau tahu apa itu cinta?

aku, kamu dan mereka