Postingan

Penggaris hidupmu

Gambar
  Jangan tanyakan mengapa kamu semakin hari semakiin sedih. Jangan heran jika kamu tak kunjung bahagia. Kamu telah berlari, kamu telah jauh memutari waktu namun hatimu tak kunjung menemukan kenyamanan. Jangankan tersenyum. Untuk bernapas saja kamu sulit. Tahu kenapa? Itu karena kamu keliru memakai penggaris kehidupan. Kamu menggaris setiap rasa dalam hidupmu menggunakan penggaris orang lain. Kamu sibuk menakar rasa bahagiamu dengan penakar orang lain. Kamu lupa, bahwa kehidupanmu jauh lebih baik dari mereka. Kamu tak sadar, kehidupan kamu hanya akan semakin miris dengan mata yang memandang kearah yang tak seharusnya. Hari akan terus bergulir tanpa peduli. Waktu tak akan berhenti hanya untuk menunggumu bahagia. Jangan tanyakan mengapa. Ini hanya soal hatimu yang masih tertutup gumpalan harapan. Harapan agar bisa mendapatkan seperti apa yang telah didapatkan orang lain. Mungkin kamu lupa membersihkan jendela hatimu, hingga mata batinmu rabun menatap kehidupan yang telah ditetap...

Puisi

Gambar

10 Detik yang Berharga

Gambar
Hipnotis Hidupmu dalam 10 Detik             Pagi. Waktu dimana seharusnya menjadi awal yang indah untuk memulai segala aktifitas. Pagi. Waktu yang paling tepat untuk menentukan planning kehidupan dan langkah-langkah menuju kesuksesan.             Tapi tidak bagi Hana. Wajahnya kusut masuk kelas. mengucapkan salam dengan nada yang menyeramkan. Hanya menatap lantai, tak ada warna sama sekali yang memancar dari dalam dirinya. Ntah siapa dan apa yang telah merenggut bahagianya hari itu.             “hay Hana, tumben diam aja..” tanya Nur   dengan nada menggoda. Berusaha menghibur sahabatnya yang dirundung gulana.             Hana hanya tersenyum tipis sedetik.  Ia berjalan ke arah belakang kelas. memilih duduk di atas lantai. Membuang tas ranse...

Kau tahu apa itu cinta?

Sore menjelang malam. Senja kini adalah pelepas rindu untuk ketiga orang yang bersahabat sejak kecil. Ketiga sahabat yang dulu pernah menjadi pengusir burung di sawah. Namun kini, ketiganya hidup dalam profesi yang berbeda-beda. Saat matahari mulai pamit dari balik gunung Bambapuang, tercipta percakapan sendu. Fidya, Intan dan Luna duduk sejajar diatas sebuah batu besar yang berada ditengah sawah, menikmati kepergian senja. Fidya : “Kau tahu apa itu cinta?” (  menekuk lutut ) Intan : ( tersenyum menatap wajah polos Fidya ) “Apa kau sedang bermimpi?. Sejak kapan   seorang pendaki penasaran akan cinta?” Fidya : “ Loh, emangnya salah?.” ( menyiku lengan Intan yang duduk di sampingnya). Intan : ( tertawa sembari menahan diri yang hampir jatuh dari atas batu ) “ Kepolosanmu bahkan tak berubah sesentipun selama tiga tahun kita berpisah. Hehe, Fidya… Fidya .”  (mengusap kepala Fidya dengan sedikit kasar ). Luna : ( memeluk lututnya yang terlipat. ...

"Mengapa bukan aku?"

“Aku tidak tahu mengapa aku cemburu.” Ia memotong kalimatnya. Menatapku yang mulai terpaku mendengar ceritanya. Kemudian tersenyum kecil, “aku memang suka membaca buku Shirah Shahabiyat. Diantara semua kisah, ada satu yang paling membuat hatiku meringkuk dalam selimut cemburu. Kisah Aisyah Radhiyallahu ‘Anha. Wanita yang paling beruntung. Bersuamikan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kisah romantis hidupnya bersama Nabi sangat indah diabadikan dalam kitab Shirah. Aku.. bahkan pernah bergumam malu, mengapa bukan aku?” Saat itu, perkuliahan sudah usai. Akhwat sudah meninggalkan kelas dengan kursi yang sudah dilipat dan disusun rapi berjejer. Menyisakan aku bersama kisah harunya. “perasaan itu benar adanya loh Ismah. Aku tidak tahu mengapa aku cemburu. Sampai tiba satu malam, aku bermimpi. Mimpi yang sangat indah. Yang merenggut semua perasaan itu.” Ia terdiam sekian detik. Sengaja membuatku terpaku penasaran. Kemudian tertawa melihat ekspresi lugu dan cupu ku. ...

aku, kamu dan mereka

Segalanya memang hanya tergantung pada kedekaatan hati. Sekalipun berbagai kisah yang telah berlalu bersamanya. Dalam sedih, bahagia, kecewa dan dendam. Setahun, dua tahun atau beberapa tahun silam yang mungkin tak lagi mampu terhitung dalam hitungan jari. Ketika semua waktu dan kisah berlalu tak mampu merekatkan hati yang dimana jiwa selalu menghabiskan kisah-kisah baru bersamanya. Itu bukanlah sebuah ketidakwajaran. Ini lazim terjadi. Pada hari yang keseribu. Dimana orang-orang disekitar kian bergilir hadir dan pergi. Ketika kedua jiwa yang selalu bersama namun kian tak ada kedekatan hati apalagi untuk menyatukan. Maka disana hanya akan ada persaingan dari segala sisi kehidupan. Dan ketika mungkin, di hari yang keseribu. Kedekatan seseorang yang baru sebagai tokoh baru yang hanya membutuhkan waktu sepekan atau bahkan sehari untuk menyatukan hatinya. Maka ini bukanlah ketidakwajaran. Ini juga lazim terjadi. Kedekatan hati kita dengan seseorang tak berpengaruh pada seberap...