Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Puisi

Gambar

10 Detik yang Berharga

Gambar
Hipnotis Hidupmu dalam 10 Detik             Pagi. Waktu dimana seharusnya menjadi awal yang indah untuk memulai segala aktifitas. Pagi. Waktu yang paling tepat untuk menentukan planning kehidupan dan langkah-langkah menuju kesuksesan.             Tapi tidak bagi Hana. Wajahnya kusut masuk kelas. mengucapkan salam dengan nada yang menyeramkan. Hanya menatap lantai, tak ada warna sama sekali yang memancar dari dalam dirinya. Ntah siapa dan apa yang telah merenggut bahagianya hari itu.             “hay Hana, tumben diam aja..” tanya Nur   dengan nada menggoda. Berusaha menghibur sahabatnya yang dirundung gulana.             Hana hanya tersenyum tipis sedetik.  Ia berjalan ke arah belakang kelas. memilih duduk di atas lantai. Membuang tas ranse...

Kau tahu apa itu cinta?

Sore menjelang malam. Senja kini adalah pelepas rindu untuk ketiga orang yang bersahabat sejak kecil. Ketiga sahabat yang dulu pernah menjadi pengusir burung di sawah. Namun kini, ketiganya hidup dalam profesi yang berbeda-beda. Saat matahari mulai pamit dari balik gunung Bambapuang, tercipta percakapan sendu. Fidya, Intan dan Luna duduk sejajar diatas sebuah batu besar yang berada ditengah sawah, menikmati kepergian senja. Fidya : “Kau tahu apa itu cinta?” (  menekuk lutut ) Intan : ( tersenyum menatap wajah polos Fidya ) “Apa kau sedang bermimpi?. Sejak kapan   seorang pendaki penasaran akan cinta?” Fidya : “ Loh, emangnya salah?.” ( menyiku lengan Intan yang duduk di sampingnya). Intan : ( tertawa sembari menahan diri yang hampir jatuh dari atas batu ) “ Kepolosanmu bahkan tak berubah sesentipun selama tiga tahun kita berpisah. Hehe, Fidya… Fidya .”  (mengusap kepala Fidya dengan sedikit kasar ). Luna : ( memeluk lututnya yang terlipat. ...

"Mengapa bukan aku?"

“Aku tidak tahu mengapa aku cemburu.” Ia memotong kalimatnya. Menatapku yang mulai terpaku mendengar ceritanya. Kemudian tersenyum kecil, “aku memang suka membaca buku Shirah Shahabiyat. Diantara semua kisah, ada satu yang paling membuat hatiku meringkuk dalam selimut cemburu. Kisah Aisyah Radhiyallahu ‘Anha. Wanita yang paling beruntung. Bersuamikan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kisah romantis hidupnya bersama Nabi sangat indah diabadikan dalam kitab Shirah. Aku.. bahkan pernah bergumam malu, mengapa bukan aku?” Saat itu, perkuliahan sudah usai. Akhwat sudah meninggalkan kelas dengan kursi yang sudah dilipat dan disusun rapi berjejer. Menyisakan aku bersama kisah harunya. “perasaan itu benar adanya loh Ismah. Aku tidak tahu mengapa aku cemburu. Sampai tiba satu malam, aku bermimpi. Mimpi yang sangat indah. Yang merenggut semua perasaan itu.” Ia terdiam sekian detik. Sengaja membuatku terpaku penasaran. Kemudian tertawa melihat ekspresi lugu dan cupu ku. ...